Translate

Senin, 30 Maret 2015

April Mop

APRIL MOP, itulah sebuah kata yang menjengkelkan (bagi orang diluar sana, dimana gitu... Papua Nugini kek atau Vanuatu atau manalah negeri pelosok nan terisolir). kita sudah di bodoh bodohi, oleh kata tersebut.

Tahu gak sih? (seperti judul acara di salah satu stasiun televisi, sebut saja TransFourmer) april mop itu kan kebudayaan barat, eh tapi bentar dulu, kan ini belom masuk april, tak mengapa, daripada keburu lupa nulisnya ditengah jadwal kesibukan yg super duper pamper padat ini...
Ok, disini saya cuma mengambil judul april mop sbg keterwakilan utk segala hal2 yg berbau barat yg suka kita lakukan sehari hari sadar atau tidak sadar (kena bius kali ya?)
kita di suguhi berbagai macam budaya ke kulon kulonan (Kulon=Barat) yg kita sendiri gak tau maksudnya apa.. sadar gak sih? kita tuh udah di "April Mop" kan oleh budaya kulon tersebut.. kita sebagai orang wetan (Wetan=Timur) harusnya menjunjung tinggi atau setidaknya tidak lupa atau ya pait paitnya lah kita tau kalau budaya kita jg mesti di lestarikan.

Banyak orang bertanya, buat apa sih mempertahankan budaya kita?
Lah kalau begitu saya juga balik nanya, buat apa sih ikut2an budaya2 barat?
Kalau misalnya, budaya itu bagus buat kita, ya gak apa2lah
tp kalau budaya2 sejenis april mop, cs. apa untungnya?
Contoh, budaya berpacaran, sah2 saja kalau misalkan dilakukan katakanlah orang yg sudah cukup umur, ya minimal 17 tahun lah
kalau masih segede kutu beras (anak2 maksudnya) udah gitu2an? mau dibawa kemana bangsa ini
sinetron2 gak jelas yg mendidik anak2 kecil nan malang tersebut menjadi sedemikian rupa
sehingga kita sudah kembali di April Mop kan oleh .... gak tau lah siapa.
Popoknya, eh maksud saya pokoknya kita harus mengawasi anak2 kita supaya tetap bisa menikmati siaran televisi tapi sarat akan makna pendidikan dan di tambah sedikit hiburan agar tidak monoton alias membosankan..
gak punya anak? ya adiknya kek, gak punya adik? ponakannya, atau sepupu yg masih kecil.
gak punya siapa2? kamu hatchi ya? sebatang kara?
nah itu seperti hatchi kalau ada boleh lah ditonton...
yang jelas tulisan ini tidak ada maksud hati sedikit pun untuk melukai perasaan orang2 diluar sana, hanya ingin sedikit berbagi unek2 yg ada di kepala. mumet kalau di simpan sendiri.

jadi, mohon maf apabila ada yg kurang berkenan, kekurangan, kesalahan dan kebodohan sematan hanya milik saya, sang penulis. tetapi kelebihan, kesempurnaan, dan maha pengasih lagi maha penyayang hanya milik Allah SWT.

NB: untuk hari ini, gak ada NB lain kali aja.

Minggu, 29 Maret 2015

Perencanaan aka Planning

Hallo, apa kabar? Bagaimana Anda mengawali hari ini? Apakah rencana Anda?
Itulah rangkaian kata2 dalam kalimat yang sering, kadang atau tidak pernah kita dengar (keterlaluan aja kalau gak pernah denger).
Yak! Perencanaan! Mau di bawa kemana hubungan kita... (hayo siapa yg malah nyanyiin lagu armada)
Kita nggak akan tau, esok, lusa, tahun depan atau puluhan ribu tahun ke depan (lebay) kita mau apa, tapi selalu ada yg direncanakan. So, walau terkadang (banyak dan sering) malah perencanaan kita jadi kacau balau, bagai induk ayam yg kelabakan mencari anaknya.
Tapi tak apalah, namanya juga ikhtiar, kita barengi dengan doa, setelah itu serahkan semuanya pada yg Maha Kuasa. Mudah2an segala rencana kita hari ini utk visi misi kita (weleh kaya capres) lancar, aman, dan terkendali.

NB: Lagi mood nulis tapi gak tau mau nulis apa, ya gini2 aja lah...

Memulai Menulis

Itulah sebait judul yang saya tuliskan hari ini, “Memulai Menulis”. Kenapa harus menulis? Entahlah, tapi suatu ketika dimana kebosanan melanda, tak ada yang dapat diajak berbicara, bahkan batu pun diam seribu bahasa (ya iyalah), rumput pun tak bergoyang seperti sebait lagu dari ebiet g ade...
Sebetulnya awal menulis ini terinspirasi dari seorang senior, katakanlah seperti itu karena usianya memang lebih tua, seorang yg penuh inspirasi bagi saya, walaupun berbeda almamater kita, namun tetap menjadi inspirasi positif ini. Sebetulnya lain hal, lain alasan dari keinginan saya menulis ini. Di latar belakangi (waaa berat) dari peristiwa yg saya sebut dengan, kebuntuan berpikir seorang pemuda lajang berusia 21 tahun. Apa pun itu, yg jelas menulis disebabkan banyak yg dipikirkan tetapi tidak bisa di ungkapkan. Mau di ungkapkan ke siapa? Teman? Apa mau mereka?
Oke, pastilah mereka mau. Tetapi sebagai manusia yang adil dan beradab, masa iya kita tega2nya nyeritain tulisan seabreg ini ke mereka... walaupun nanti ujung2nya yaa nyuruh juga ke mereka buat baca blog ini hehehe....
Yang pasti hal2 yg dipikirkan sudah sewajarnya, fitrah sbg manusia perlu dituangkan atau setidaknya di ungkapkan dalam media apapun, salah satunya ya blog ini....
Tapi.. setelah menulis, emang rasanya sedikit enteng nih pikiran, setelah jalan2 keliling masuk cipendeuy (daerah padalarang nun jauh di sana, pinggiran bandung), maen ke kopassus (cuman lewat aja sih), trus ketemu temen lama, yah akhirnya terciptalah tulis menulis seperti sekarang ini.

Yo wis karena sudah terluapkan apa yg mengganjal di kepala, saya akhiri saja... semoga bermanfaat dan dapat menjadi penyulut anda buat menulis juga, akhir kata wassalam...