Senin, 16 April 2012

Ancaman Globalisasi Terhadap Kualitas Interaksi Sosial di Indonesia

Apa Itu Globalisasi?
   Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka.


Apa Itu Interaksi Sosial?
   Interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok. Sehingga keterkaitan antara interaksi sosial dengan globalisasi sangat jelas mengingat globalisasi juga mempengaruhi tingkat interaksi antar individu di muka bumi yang semakin intens dengan adanya perkembangan informasi dan teknologi sebagai salah satu dampak globalisasi itu sendiri. Oleh karenanya interaksi sosial dan globalisasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.


Ancaman Yang Timbul dari Dampak Globalisasi
   Konsep globalisasi dipahami sebagai kegiatan ekonomi, teknologi serta komunikasi. Revolusi informasi mengarahkan kita ke dalam milenium ketiga yang tidak hanya menawarkan berbagai peluang baru tetapi juga tantangan baru bagi umat manusia. Kondisi kehidupan telah mengalami perbaikan, secara bersamaan telah menciptakan suatu jurang perbedaan yang dalam antara orang-orang yang hidup di negara-negara maju dengan orang-orang yang hidup di negara yang sedang berkembang dan negara-negara terbelakang (Levit dalam Dressler, G., 2006). Globalisasi meliputi lebih luas daripada sekedar isu-isu perdagangan internasional dan produktivitas. Adanya penyebaran perusahaan-perusahaan secara internasional, pertumbuhan pasar dan modal secara internasional, dimana mata uang dapat dipertukarkan secara mudah walaupun menyeberang perbatasan antar negara, peningkatan perdagangan, hukum dan kebijakan internasional. Hal ini membentuk struktur industri dan meningkatkan persaingan. Hal yang sangat menonjol dalam era globalisasi adalah tingginya dinamika perubahan dan persaingan yang terjadi dalam semua sektor kehidupan. Fenomena perubahan yang terjadi secara drastis dalam berbagai aspek kehidupan, hubungan dan pergaulan antar bangsa dan negara memunculkan pula fenomena baru dalam bentuk semakin ketatnya persaingan di berbagai sektor. Bukan hanya negara, akan tetapi semua organisasi mau tidak mau akan terseret dalam kancah persaingan global. Dalam era seperti sekarang ini, ketika dunia dihadapkan pada ketidakpastian dan ketidak menentuan (turbulance and uncertainty), teknologi informasi yang semakin canggih, masyarakat yang semakin berani dengan beragam tuntutannya, dan persaingan yang semakin ketat. Munculnya berbagai tekanan dan tantangan atau bahkan ancaman dari berbagai arah terhadap negara. Globalisasi berlangsung dengan cepat dan melanda semua bangsa dan negara di dunia dalam waktu dan periode yang bersamaan atau serentak. Globalisasi sifatnya multi dimensional, dengan proses kompleks yang mempengaruhi intelektual, emosional, sosial, politik, ekonomi, dan dimensi budaya di seluruh dunia. Kecenderungannya di bidang ekonomi, komunikasi berteknologi tinggi, kegiatan sosial, politik serta kemanusiaan yang menjadi semakin bertambah dalam kancah internasional baik dalam jangkauan maupun peran. Salah satu dampak globalisasi yang paling dirasakan adalah di bidang ekonomi. Globalisasi di bidang ekonomi telah mendorong berkembangngnya pasar bebas. Pasar bebas atau liberalisasi akan menimbulkan masalah jika omoditas yang dihasilkan dari dalam negeri (pertanian dan industri) tidak mampu bersaing dengan komoditas yang berasal dari negara lain. Bidang politik pun tidak luput dari pengaruh globalisasi. Saat ini kita telah menyaksikan terciptanya suatu pemerintahan dunia (world government) yang berakibat beberapa negara merasa atau bahkan memang diatur oleh negara yang lebih kuat dari segi kekuatan militer ataupun ekonominya. Ancaman di bidang lingkungan, salah satu fenomena ancaman global di bidang lingkungan hidup adalah pemanasan global (global warming). Sementara dalam kehidupan interaksi masyarakat adalah sikap terlalu berlebihan dalam memandang suatu interaksi antar individu dimana yang akan terjadi adalah terciptanya kompetisi yang benar-benar membuang individu yang dianggap tidak mampu bersaing secara global. Hal ini dikarenakan globalisasi menuntut adanya daya saing tinggi sehingga mereka yang tak mampu bersaing akan tersingkirkan dan tak mampu lagi melakukan interaksi sosial yang semestinya dengan mereka yang memiliki daya kompetitif yang tinggi.


Pengaruh Globalisasi Terhadap Kualitas Interaksi Sosial di Indonesia
   Di Indonesia sendiri pengaruh globalisasi terhadap kualitas interaksi sosial sangat besar. Pengaruh yang paling dirasakan saat ini adalah kepekaan masyarakat kita terhadap sesamanya satu bangsa atau bahkan satu suku dan ras sendiri pun seperti tidak dihiraukan lagi. Mereka dengan dampak globalisasi yang semakin meresap dalam diri masing-masing individu tentunya akan menimbulkan sikap egois dalam diri. Hal ini membuat sikap acuh tak acuh kepada sesama dan merasa mereka berhak melakukan apapun demi tercapainya tujuan dari globalisasi yaitu bersaing sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil maksimal dalam persaingan yang semakin ketat. Ini yang dirasakan akan merugikan pihak yang kalah dalam persaingan tersebut. Kemudian dari situlah interaksi sosial yang ada akan semakin merenggang. Hal ini dapat menimbulkan ancaman terhadap integritas suatu bangsa, terutama bagi bangsa Indonesia. Kesenjangan yang timbul pada awalnya sendir dikarenakan adanya interaksi yang kurang atau bahkan sungkan antara para individu yang memiliki daya saing tinggi yang pada akhirnya memiliki kesempatan yang baik dengan individu yang dianggap tidak memiliki daya saing sehingga berakibat adanya krisis interaksi pada masyarakat Indonesia. Hal ini sudah terlihat manakala globalisasi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Maka ancaman tersebut sangalah mengkhawatirkan apalagi menyangkut integritas bangsa dan negara Republik Indonesia. Interaksi dalam masyarakat belakangan ini memang semakin kompleks. Terlebih selain pesatnya perkembangan teknologi dan informasi elektronika yang dibawa oleh globalisasi, juga dikarenakan masuknya sejumlah bangsa asing yang turut serta membawa perubahan dalam pola interaksi sosial dalam masyarakat. Ketika hal tersebut terjadi maka hal yang perlu diperhatikan adanya suatu kehilangan komunikasi sosial antar masyarakat atas dengan kalangan bawah. Mereka yang merupakan individu yang memiliki kemampuan tinggi merasa tidak perlu melakukan interaksi denga mereka dari kalangan bawah. Hal tersebut jika terus menerus terjadi akan berdampak pada kesenjangan sosial. Ancaman lain bagi kualitas interaksi sosial di Indonesia adalah sikap masyarakat kian hari semakin memperlihatkan bahwa mereka hanya mau menjalin hubungan dengan mereka yang sama-sama punya daya saing yang tinggi. Akibatnya masyarakat kelas bawah yang pada dasarnya bukan kehendak mereka tidak memiliki daya saing akan semakin tersingkirkan dari mereka yang berasal dari golongan atas sehingga timbullah disintegrasi sosial.


Kesimpulan dan Saran
   Karena globalisasi mengancam semua aspek kehidupan tak terkecuali dalam interaksi sosial maka perlu adanya peran serta dalam menangani masalah tersebut. Kita dituntut terampil dalam menyikapi persoalan yang ada untuk memberikan saran kepada seluruh komponen masyarakat tetang pentingnya memahami apa yang sebernarnya terjadi pada masyarakat kita ditengah adanya globalisasi yang terjadi. Solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pemerintah dan masyarakat adalah dengan melakukan peningkatan integritas dalam masyarakat dengan cara memupuk jiwa nasionalisme bagi seluruh bangsa Indonesia. Kita perlu diberikan pemahaman bahwa bukan status yang sudah kita dapat dalam hidup ini tetapi diluar itu kesatuan dan persatuan bangsalah yang mesti diutamakan. Hal ini tentunya untuk mencegah bangsa Indonesia mengalami suatu dampak buruk akibat adanya kesenjangan sosial yang bermula dari menurunnya kualitas interaksi sosial yang disebabkan oleh dampak buruk globalisasi. Masalah lain yang mungkin timbul seperti tidak mampunya masyarakat kita khususnya mereka yang berasal dari kelas bawah untuk menyaingi mereka yang sudah mapan dalam segala hal adalah dengan ditingkatkannya kualitas pendidikan yang harus diutamakan bagi mereka yang masih berada dibawah. Selain itu perekonomian rakyat yang sudah sedemikian sulit harus menjadi faktor yang juga penting untuk diperhatikan. Pembebanan berbagai macam bahan pokok bagi masyarakat yang kurang mampu menyebabkan penurunan daya saing bagi mereka untuk melakukan suatu dukungan bagi terciptanya masyarakat yang swadaya atau sudah memiliki daya saing global. Untuk itu perlu dioptimalkan kinerja pemerintah dalam hal peningkatan ekonomi dimasyarakat. Hal lain yang tak kalah penting adalah kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh lupa akan jati diri bangsa kita sebagai bangsa timur yang sama sekali berbeda dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Jangan hanya karena kita meniru gaya bangsa lain kita pada akhirnya lupa akan jati diri bangsa kita yang memiliki etika dalam interaksi antar sesama individu. Mudah-mudahan dalam era globalisasi ini kita mampu bersama-sama bersaing secara global dengan bangsa lain di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar